Jakarta – Direktorat SMK meluncurkan Program Pengembangan SMK Tahun 2025 sebagai bagian dari percepatan transformasi pendidikan vokasi agar semakin selaras dengan kebutuhan industri nasional dan global.
Program ini melibatkan lima inisiatif besar:
1. Program Proyek Kreatif dan Kewirausahaan
Sebanyak 250 SMK mendapatkan bantuan untuk memfasilitasi siswa berinovasi dan menciptakan kelompok usaha siswa. Kegiatan mencakup:
- Pengembangan model bisnis berbasis Business Model Canvas
- Promosi produk secara online dan offline
- Pameran kewirausahaan
- Tujuannya menjadikan SMK sebagai pencetak wirausaha muda yang adaptif dan siap menghadapi pasar.
2. Program Penguatan Akses Kebekerjaan Luar Negeri
Sebanyak 750 siswa SMK akan difasilitasi untuk mendapatkan peluang kerja global, melalui:
- Penguatan kompetensi teknis dan soft skills
- Jejaring kerja sama internasional
- Sertifikasi kompetensi berstandar global
3. Sertifikasi Bahasa Asing (TOEIC)
Disediakan kuota untuk 30.000 murid SMK untuk mengikuti sertifikasi TOEIC internasional. Ini adalah langkah penting dalam mendukung Revitalisasi SMK dan Asta Cita ke-4 menuju Indonesia Emas 2045, khususnya dalam aspek kompetensi komunikasi global.
4. Sertifikasi Kompetensi Murid SMK
Sebanyak 67.533 murid SMK akan menerima fasilitasi sertifikasi melalui LSP nasional/internasional untuk:
- Meningkatkan kesesuaian kompetensi lulusan
- Meningkatkan daya saing di dunia kerja
5. Pengembangan Lingkungan Praktik Standar Industri
Sebanyak 75 SMK disasar untuk membangun lingkungan praktik berstandar industri. Fokusnya adalah pada:
- Produksi produk/jasa bernilai jual
- Pembekalan hard skills dan soft skills berbasis kebutuhan pasar kerja
Akses Program dan Pendaftaran
Semua informasi teknis, termasuk kriteria dan periode pendaftaran, tersedia di:
Portal resmi: smk.kemdikdasmen.go.id
Aplikasi Takola: takola.ditpsmk.net
Direktorat SMK mengajak kepala sekolah, guru, dan mitra industri untuk bersinergi menyukseskan program ini demi pendidikan vokasi yang unggul, relevan, dan mendunia.